Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyuarakan peringatan keras terhadap ancaman besar yang menurutnya merusak kredibilitas desentralisasi dalam dunia kripto.
Berbicara di Konferensi Komunitas Ethereum di Cannes, Buterin memperingatkan bahwa banyak proyek yang mengklaim bersifat terdesentralisasi ternyata masih bergantung pada komponen terpusat yang tidak aman, sehingga membahayakan kepercayaan pengguna.
Ia mencatat bahwa meningkatnya ketertarikan industri terhadap pemerintah dan perusahaan telah menyebabkan kompromi yang melemahkan prinsip desentralisasi. Buterin menyatakan bahwa para pengembang kini cenderung mengesampingkan otonomi pengguna demi mendapatkan penerimaan institusional.
Tiga Uji Desentralisasi Yang Terpercaya
Buterin menguraikan tiga uji penting yang harus dilalui oleh setiap proyek kripto untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar terdesentralisasi:
- Uji “walk-away” – Menguji apakah pengguna tetap dapat mengakses sumber daya dan layanan mereka jika seluruh tim proyek menghilang.
- Uji serangan dari dalam (insider attack test) – Mensimulasikan skenario di mana aktor jahat dari dalam organisasi mencoba mengambil alih sistem. Hasil dari uji ini dapat mengungkap sejauh mana kontrol yang sebenarnya dimiliki oleh pengembang atau pihak internal, bahkan dalam sistem yang diklaim sudah tidak lagi terpusat.
- Uji basis komputasi tepercaya (trusted computing base test) – Mengevaluasi seberapa banyak kode yang harus dipercaya oleh pengguna. Semakin kecil basis kode, semakin sedikit pula celah serangan dan semakin mudah proses audit serta perlindungan sistem.
Baca Juga : Prediksi Cerah Bitcoin dan Aset Kripto di Tahun 2025: Momentum Kebangkitan Sudah Dimulai?
Klaim Desentralisasi Dirusak oleh Celah Tersembunyi dan Antarmuka Lemah
Buterin mengkritik banyak jaringan layer-2 dan platform DeFi karena masih mengandalkan jalur pembaruan rahasia dan antarmuka pengguna yang tidak aman. Ia menilai bahwa kontrol tersembunyi semacam ini membuat aset pengguna rentan dan menciptakan titik kegagalan tunggal yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang.
Privasi, sebagai aspek penting dari desentralisasi, juga dinilai masih menjadi titik lemah. Meskipun teknologi seperti zero-knowledge proofs menjanjikan keamanan, Buterin memperingatkan bahwa selama pengguna masih bergantung pada sistem otentikasi terpusat, keamanan tersebut tetap tidak lengkap.
Sistem seperti itu berpotensi membocorkan informasi pribadi, yang bertentangan dengan tujuan transaksi yang aman dan rahasia.
Seruan untuk Kembali ke Akar Desentralisasi
Setelah satu dekade Ethereum, Buterin mengajak komunitas untuk kembali fokus membangun sistem yang benar-benar mandiri dan tahan terhadap ancaman dari dalam. Ia memperingatkan bahwa teknologi Ethereum bisa menjadi usang jika tren sentralisasi ini terus berlanjut tanpa perbaikan struktural yang jelas.
Sebagai penutup, Buterin mendesak para pengembang untuk tidak bergantung pada perantara yang dipercaya dan untuk menyederhanakan kode demi menjaga semangat desentralisasi yang sejati.
Baca Juga : Bitcoin Mengalami Stagnan, Apakah Akan Bullish ?
